Kamis, 19 Agustus 2010

YKKI Luncurkan Hotline Internet Sehat dan Aman

DEPOK, BK
Untuk menekan masyarakat mengakses situs porno, sebuah hotline layanan internet sehat diluncurkan oleh Yayasan Keluarga Kreatif Indonesia (YKKI), Rabu (18/8).
Ketua Dewan Pembina Yayasan Keluarga Kreatif Indonesia Sri Purwatiningsih menjelaskan, yayasan berkantor di Komplek Pondok Mandala II, Cimanggis, Depok, bisa diakses melalui hotline service bernomor 0-800-1000-147, berfungsi memberikan informasi tentang internet sehat dan aman. Juga sebagai tempat pengadilan bila ada situs yang memuat konten negatif maupun pornografi. "Layanan ini bebas pulsa sehingga masyarakat tidak perlu khawatir bila ingin mendapatkan banyak informasi," tuturnya.
Sri mengatakan, hotline internet sehat dan gratis ini diluncurkan bekerja sama dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan Naw ala Nusantara. Nawala nusantara sendiri merupakan sebuah layanan yang dibuat oleh Asosiasi Warnet Indonesia (AWARI) untuk memfasilitasi pengguna internet yang memfilter situs porno. Agar hotline service itu berjalan efektif, maka pihaknya akan menggandeng penyelenggara jasa telekomunikasi di Indonesia, industri fT, LSM, lembaga pemerintah, dan media massa.
Supervisor Hotline Internet Sehat dan Aman, Siwi Prihatiningsih menjelaskan, hotline ini beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 W1B-17.00. Seluruhnya ada 15 petugas yang akan melayani secara bergantian, dalam sehari ada lima petugas.
Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika Kalamullah Ramli mengatakan, YKKI harus menjaga agar hotline tersebut eksis sebagai media menyalurkan informasi. Makanya, harus memiliki mobilitas massal dengan memperkenalkan layanan itu. Kualitas serta kelanggengan layanannya harus dijaga dengan cara mengajak kerjasama pihak lain.
Wakil Ketua DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS, Prihandoko, meminta Pemerintah Kota Depok untuk melakukan pemblokiran terhadap situ porno. Sebab situs pomo itu dapat membahayakan generasi muda bangsa.
Sementara Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan Dinas Pendidikan Kota Depok, Siti Chaeriyah, menyatakan, pihaknya hanya bisa sebatas mengimbau kepada warnet di Kota Depok tidak menerima pelajar pada jam sekolah. Sebab dikhawarirkan pelajar tersebut bolos sekolah, dh

Sumber: http://bataviase.co.id/node/348658

Tidak ada komentar: